Wujudkan Desa Ramah Perempuan & Anak, Polres Dumai Intensifkan Peran Bhabinkamtibmas

Pembangunan sebuah daerah yang aman dan berkelanjutan bermula dari tingkat unit terkecil dalam tatanan sosial, yaitu desa dan kelurahan. Di wilayah Riau, kepolisian resor setempat memiliki komitmen besar untuk Wujudkan Desa Ramah Perempuan & Anak. Fokus utama dari program ini adalah menciptakan lingkungan yang protektif, di mana tidak ada ruang bagi kekerasan domestik, perundungan, maupun eksploitasi terhadap kelompok rentan. Untuk mencapai visi mulia tersebut, Polres Dumai mengambil langkah strategis dengan memperkuat barisan di garda terdepan, yaitu dengan Intensifkan Peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak penggerak kesadaran masyarakat di setiap pelosok wilayah.

Upaya untuk Wujudkan Desa Ramah Perempuan & Anak dilakukan melalui pendekatan persuasif dan edukatif yang menyasar para kepala keluarga dan tokoh masyarakat. Melalui arahan langsung dari pimpinan, jajaran Polres Dumai diinstruksikan untuk tidak hanya sekadar berpatroli, tetapi juga hadir sebagai konselor dan teman diskusi bagi warga. Langkah untuk Intensifkan Peran Bhabinkamtibmas ini mencakup pemberian pembekalan khusus mengenai psikologi massa dan dasar-dasar hukum perlindungan anak. Dengan demikian, setiap personel kepolisian di desa mampu melakukan deteksi dini terhadap potensi konflik rumah tangga dan memberikan perlindungan pertama bagi korban kekerasan secara tepat sasaran.

Salah satu inovasi yang dijalankan dalam rangka Wujudkan Desa Ramah Perempuan & Anak adalah pembentukan “Pojok Curhat” di setiap kantor desa. Di tempat inilah Polres Dumai melalui personel lapangannya menyediakan waktu bagi perempuan dan anak-anak untuk melaporkan masalah tanpa rasa takut atau merasa diintimidasi. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada keberanian warga untuk bersuara, dan hal itu hanya bisa dicapai jika kita Intensifkan Peran Bhabinkamtibmas dalam membangun kepercayaan publik. Polisi di Dumai kini lebih dikenal sebagai pengayom yang humanis, yang siap mendengarkan aspirasi warga sambil memberikan solusi hukum yang adil dan bermartabat.

Sinergi antara Polres Dumai dengan dinas sosial dan lembaga swadaya masyarakat juga terus diperkuat dalam kerangka Wujudkan Desa Ramah Perempuan & Anak. Personel kepolisian berperan sebagai fasilitator yang menghubungkan korban dengan layanan kesehatan atau bantuan hukum yang diperlukan. Strategi untuk Intensifkan Peran Bhabinkamtibmas juga mencakup program edukasi literasi digital bagi remaja desa agar terhindar dari kejahatan seksual di dunia maya. Dengan hadirnya polisi secara konsisten di tengah masyarakat, angka kriminalitas terhadap perempuan dan anak di wilayah Dumai menunjukkan tren penurunan yang signifikan, menciptakan rasa aman yang nyata di setiap pemukiman.