Anggota TNI Pengawal Paslon Jadi Korban Penikaman OTK di Bantaeng

Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, ketika seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas sebagai pengawal salah satu pasangan calon (paslon) kepala daerah menjadi korban penikaman oleh orang tak dikenal (OTK). Peristiwa ini memicu kekhawatiran terkait keamanan selama masa kampanye politik dan menyoroti risiko yang dihadapi aparat keamanan dalam menjalankan tugasnya.

Insiden korban penikaman ini dilaporkan terjadi pada Minggu malam, 12 Mei 2024, sekitar pukul 23.30 WITA, di sebuah area sepi dekat pusat kota Bantaeng, usai korban mengawal paslon dalam sebuah kegiatan konsolidasi. Prajurit TNI yang menjadi korban diketahui bernama Sertu Bayu Wicaksono (38), anggota aktif yang diperbantukan dalam pengamanan kampanye. Menurut keterangan saksi mata yang enggan disebut namanya, Sertu Bayu saat itu sedang dalam perjalanan pulang menuju posko pengamanan setelah mengantar paslon. Tiba-tiba, ia dihampiri oleh dua orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor. Tanpa banyak bicara, salah satu pelaku langsung menyerang Sertu Bayu dengan senjata tajam.

Sertu Bayu mengalami luka tusuk di bagian lengan kiri dan perut, namun beruntung tidak mengenai organ vital. Setelah melakukan aksinya, kedua pelaku langsung melarikan diri ke arah yang tidak diketahui. Warga sekitar yang mendengar keributan segera memberikan pertolongan pertama dan melarikan Sertu Bayu ke RSUD Anwar Makkatutu Bantaeng. Kondisi korban saat ini dilaporkan stabil dan sedang dalam pemulihan. Pihak kepolisian dari Polres Bantaeng, dipimpin langsung oleh Kasatreskrim AKP M. Iqbal, langsung bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan bukti-bukti.

Penyelidikan intensif sedang dilakukan untuk mengungkap motif dan identitas pelaku korban penikaman ini. Dugaan sementara, insiden ini mungkin terkait dengan dinamika politik lokal yang memanas menjelang pemilihan umum, meskipun motif personal juga tidak dikesampingkan. Komandan Kodim 1410 Bantaeng, Letkol Inf. Ahmad Fauzi, dalam pernyataan resminya pada Senin, 13 Mei 2024, mengecam keras tindakan penyerangan terhadap anggotanya. Beliau juga memastikan bahwa pihak TNI akan berkoordinasi penuh dengan kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini dan memastikan pelaku dapat segera ditangkap dan diadili.