Dalam setiap ancaman bahan peledak, kecepatan dan ketepatan adalah kunci untuk menyelamatkan nyawa. Detasemen Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) dari Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri mengandalkan teknologi canggih sebagai tulang punggung operasional mereka dalam mendeteksi dan mengurai bom. Artikel ini akan mengupas berbagai teknologi canggih yang digunakan personel Jihandak, memastikan mereka dapat menghadapi ancaman paling mematikan dengan profesionalisme dan meminimalkan risiko terhadap publik.
Salah satu inovasi penting dalam teknologi canggih Jihandak adalah robot penjinak bom atau Explosive Ordnance Disposal (EOD) Robot. Robot ini memungkinkan personel untuk memeriksa, memindahkan, bahkan menonaktifkan perangkat peledak dari jarak aman. Dilengkapi dengan kamera beresolusi tinggi, lengan robotik presisi, serta berbagai sensor, robot ini bisa memindai isi paket mencurigakan tanpa membahayakan petugas. Penggunaan robot ini sangat krusial, terutama di area padat penduduk atau ketika risiko ledakan sangat tinggi. Pada 20 Mei 2025, dalam sebuah insiden penemuan tas mencurigakan di area stasiun kereta api, unit Jihandak berhasil mengidentifikasi dan mengamankan objek tersebut menggunakan robot penjinak bom, menghindari kontak langsung dengan potensi bahaya.
Selain robot, perangkat deteksi bahan peledak juga menjadi komponen vital dari teknologi canggih Jihandak. Ini termasuk detektor jejak bahan peledak yang dapat mendeteksi partikel mikroskopis bahan peledak pada permukaan, serta X-ray portabel yang memungkinkan petugas melihat isi paket atau tas mencurigakan tanpa perlu membukanya. Ada pula remote-controlled disruption devices yang mampu menonaktifkan bom dengan menembakkan air bertekanan tinggi atau proyektil khusus, mengganggu mekanisme pemicunya dari jarak aman. Alat-alat ini memberikan informasi awal yang sangat berharga dan memungkinkan personel membuat keputusan taktis yang tepat.
Pakaian pelindung bom atau bomb suit juga merupakan bagian integral dari perlindungan personel Jihandak. Meskipun tidak melindungi 100% dari ledakan besar, pakaian ini dirancang untuk meminimalkan dampak pecahan peluru dan tekanan ledakan, memberikan kesempatan hidup bagi petugas saat harus berinteraksi langsung dengan bahan peledak. Pakaian ini sangat berat, bisa mencapai puluhan kilogram, menunjukkan intensitas bahaya yang dihadapi tim Jihandak.
Dengan kombinasi teknologi canggih ini, mulai dari robot hingga perangkat deteksi dan perlindungan diri, Detasemen Jihandak Brimob Polri terus berinovasi. Mereka siap siaga 24 jam sehari, 7 hari seminggu, melindungi masyarakat dari ancaman bahan peledak, menjadikan Indonesia lebih aman.