Kota Dumai sebagai salah satu pusat industri dan pelabuhan besar di Riau menjadi medan tempur bagi aparat dalam memberantas praktik mafia bahan bakar. Sebuah jaringan sindikat solar subsidi yang telah lama beroperasi akhirnya berhasil dibongkar oleh tim satuan tugas khusus kepolisian. Dalam penggerebekan yang dilakukan di sebuah gudang penyimpanan tersembunyi, petugas berhasil menyita ribuan liter bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang ditimbun untuk kemudian dijual dengan harga industri ke perusahaan-perusahaan besar. Aksi ini sangat merugikan rakyat kecil yang seringkali mengalami kelangkaan BBM di SPBU.
Modus yang dijalankan oleh sindikat solar ini meliputi penggunaan truk yang telah dimodifikasi tangkinya agar dapat mengisi bahan bakar dalam jumlah besar berkali-kali di berbagai SPBU di wilayah Dumai. Solar subsidi yang dibeli dengan harga murah tersebut dikumpulkan di gudang penampungan sebelum dipindahkan ke truk tangki industri untuk dikirim ke konsumen gelap. Penangkapan ini merupakan hasil dari laporan warga yang curiga dengan adanya antrean panjang kendaraan tertentu yang tampak mencurigakan serta bau solar yang menyengat dari area gudang yang seharusnya hanya untuk penyimpanan alat berat.
Polisi telah mengamankan beberapa tersangka, termasuk pemilik gudang dan kurir yang bertugas melakukan “kencing” atau pemindahan solar secara ilegal. Investigasi kini dikembangkan untuk mencari keterlibatan oknum petugas SPBU yang diduga menerima suap agar membiarkan pengisian BBM bersubsidi melebihi kuota wajar. Pengungkapan sindikat solar di Dumai ini menjadi pesan kuat bahwa pemerintah tidak akan membiarkan hak masyarakat menengah ke bawah dirampas oleh oknum-oknum yang hanya mengejar keuntungan pribadi dengan cara melanggar undang-undang migas.
Dampak dari penyelewengan yang dilakukan oleh sindikat solar adalah terganggunya distribusi energi nasional dan meningkatnya beban subsidi negara secara tidak tepat sasaran. Selain penyitaan ribuan liter solar, polisi juga mengamankan sejumlah kendaraan yang digunakan untuk beraksi sebagai barang bukti. Masyarakat diimbau untuk segera melapor jika menemukan adanya praktik penimbunan BBM di lingkungannya. Kerja sama antara Pertamina, kepolisian, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan subsidi energi benar-benar sampai kepada mereka yang berhak, seperti nelayan, petani, dan transportasi umum kecil.