Secara rutin, petugas kepolisian berkolaborasi dengan instansi terkait untuk melakukan tindakan pantau kualitas udara di berbagai titik pemukiman dan kawasan industri. Langkah ini melibatkan penggunaan sensor canggih untuk mengukur indeks standar pencemaran udara (ISPU). Hasil dari pemantauan ini bukan hanya sekadar data statistik, melainkan menjadi dasar bagi kepolisian untuk memberikan imbauan dini kepada warga jika kadar polutan sudah melebihi batas aman. Dengan informasi yang cepat dan akurat, masyarakat dapat segera mengambil langkah pencegahan, seperti menggunakan masker atau mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Dumai sebagai salah satu kota industri dan pelabuhan tersibuk di Provinsi Riau memiliki risiko lingkungan yang cukup signifikan, terutama terkait dengan kebersihan atmosfer. Isu mengenai kabut asap dan emisi industri sering kali menjadi kekhawatiran utama bagi masyarakat setempat. Memahami bahwa kesehatan publik adalah bagian tak terpisahkan dari keamanan wilayah, jajaran Polres Dumai mengambil inisiatif proaktif untuk terlibat langsung dalam pengawasan lingkungan hidup. Langkah ini dilakukan guna memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa pemerintah hadir dalam memitigasi dampak buruk dari perubahan lingkungan yang ekstrim.
Fokus utama dari kegiatan ini adalah untuk pantau kualitas udara tetap mendapatkan hak dasarnya, yaitu menghirup oksigen yang bersih tanpa terkontaminasi zat berbahaya. Kepolisian juga memperketat pengawasan terhadap praktik pembakaran lahan yang sering kali menjadi pemicu utama kabut asap lintas batas. Patroli darat dan pemantauan titik panas (hotspot) melalui teknologi satelit dilakukan secara intensif. Jika ditemukan adanya unsur kesengajaan dalam pembakaran lahan, pihak Polres tidak akan segan-segan melakukan penegakan hukum yang tegas terhadap para pelaku guna memberikan efek jera dan melindungi kepentingan publik yang lebih luas.
Dampak dari polusi udara tidak bisa diremehkan karena berkaitan erat dengan meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang sering menyerang anak-anak dan lansia. Oleh karena itu, kehadiran polisi di tengah isu lingkungan ini memberikan rasa tenang secara psikologis bagi penduduk. Masyarakat merasa dilindungi tidak hanya dari kejahatan konvensional seperti pencurian, tetapi juga dari ancaman kesehatan yang kasat mata. Inisiatif ini menunjukkan transformasi peran kepolisian yang semakin holistik dalam menjaga kesejahteraan masyarakat, selaras dengan visi pelayanan yang mengutamakan keselamatan jiwa.