Musim mudik dan balik Lebaran selalu menjadi momen istimewa bagi masyarakat Indonesia, di mana jutaan kendaraan memadati jalan raya. Di balik kelancaran dan keselamatan perjalanan ini, ada peran vital dari polisi lalu lintas (Polantas) yang tak kenal lelah. Polantas mengatur ribuan bahkan jutaan kendaraan dengan strategi dan dedikasi luar biasa. Tugas mereka tidak hanya memastikan arus kendaraan berjalan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga keselamatan seluruh pemudik.
Pada tanggal 15 April 2025, H-5 Lebaran, puncak arus mudik mulai terasa. Dari Posko Terpadu Operasi Ketupat di Tol Trans Jawa, Kompol Sigit, seorang perwira yang bertugas, menjelaskan bahwa Polantas mengatur lalu lintas dengan menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas. Salah satu strategi utama adalah sistem one-way (satu arah) dan contraflow (lawan arus) di titik-titik rawan kemacetan. “Kami harus memprediksi pergerakan massa dan mengambil keputusan cepat. Misalnya, saat volume kendaraan di Tol Trans Jawa menuju timur sudah sangat padat, kami segera berlakukan sistem one-way dari Kilometer 47 hingga Kilometer 188,” jelasnya. Koordinasi dengan berbagai instansi terkait, seperti Jasa Marga dan Dinas Perhubungan, menjadi kunci keberhasilan strategi ini.
Selain rekayasa lalu lintas, Polantas mengatur lalu lintas dengan intensitas patroli yang tinggi. Tim patroli disiagakan di sepanjang jalur mudik, baik jalan tol maupun jalur arteri, untuk memberikan pertolongan pertama pada kendaraan yang mogok atau mengalami kecelakaan ringan. Pada H-2 Lebaran, 18 April 2025, sebuah keluarga yang mobilnya mogok di Tol Cipali KM 115 mendapatkan bantuan cepat dari petugas Polantas yang sedang berpatroli. Petugas tersebut membantu menghubungi bengkel terdekat dan memastikan keluarga itu aman. Kejadian ini mencerminkan peran humanis Polantas yang tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada pelayanan masyarakat.
Pada arus balik Lebaran, tantangan yang dihadapi tidak kalah berat. Pada tanggal 25 April 2025, H+3 Lebaran, Polantas mengatur gelombang kendaraan yang kembali ke kota-kota besar. Strategi contraflow kembali diterapkan untuk mempercepat laju kendaraan yang masuk ke Jakarta. Briptu Rini, seorang Polantas wanita yang bertugas di pintu masuk Tol Cikampek, menceritakan pengalamannya, “Kami harus berdiri berjam-jam di bawah terik matahari atau hujan. Namun, melihat para pemudik bisa kembali dengan selamat dan senyum, itu adalah kepuasan terbesar bagi kami.” Ribuan personel Polantas dikerahkan, tidak hanya di jalan tol, tetapi juga di jalur-jalur non-tol, pelabuhan, dan stasiun, menunjukkan kesiapan penuh mereka.
Secara keseluruhan, Polantas mengatur arus mudik dan balik Lebaran dengan profesionalisme tinggi. Perencanaan matang, penerapan strategi cerdas, dan pengorbanan personal adalah elemen-elemen yang membuat Operasi Ketupat selalu sukses. Di tengah padatnya lalu lintas, mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang berjuang di garda terdepan untuk memastikan setiap perjalanan pulang kampung dan kembali berjalan lancar, aman, dan berkesan.