Pekerja migran tanpa dokumen resmi dalam jumlah belasan orang berhasil diselamatkan oleh petugas kepolisian saat hendak diselundupkan keluar negeri via Dumai. Para calon tenaga kerja ilegal ini dihentikan petugas saat berada di sebuah rumah penampungan rahasia di pinggiran pantai Kota Dumai. Mereka rencananya akan diberangkatkan menuju negara tetangga menggunakan kapal cepat melalui jalur pelayaran tidak resmi pada malam hari. Langkah penyelamatan ini berhasil mengagalkan aksi sindikat tindak pidana perdagangan orang TPPO yang mengeksploitasi warga.
Dalam operasi penggerebekan tersebut, petugas berhasil menangkap dua orang pelaku yang bertindak sebagai perekrut dan pengantar calon pekerja ke pantai. Pelaku memungut biaya puluhan juta rupiah kepada setiap korban dengan iming-iming pekerjaan bergaji besar di luar negeri tanpa syarat rumit. Petugas menyita barang bukti berupa paspor palsu, telepon genggam, uang tunai, dan dua unit mobil yang digunakan mengangkut korban. Seluruh calon pekerja migran langsung dievaluasi dan dibawa ke rumah singgah dinas sosial untuk diberikan pendampingan.
Praktik pengiriman pekerja migran secara ilegal sangat membahayakan keselamatan jiwa para korban karena menggunakan sarana transportasi laut yang tidak standar. Selain berisiko tenggelam di laut, para pekerja tanpa dokumen ini sangat rentan menjadi korban penyiksaan, gaji tak dibayar, dan hukum di negara tujuan. Oleh karena itu, aparat penegak hukum terus memperketat pengawasan di titik-titik pantai tikus yang tersebar di sepanjang pesisir Dumai. Sanksi hukum yang berat akan dijatuhkan kepada seluruh anggota sindikat penyelundupan manusia tersebut.
Kepolisian bekerja sama dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia BP3MI untuk memproses pemulangan seluruh korban ke daerah asal masing-masing. Sosialisasi mengenai prosedur bekerja di luar negeri secara resmi dan aman terus digalakkan kepada masyarakat di pedesaan. Warga diimbau untuk tidak mudah tergiur oleh bujuk rayu calo tenaga kerja yang menawarkan keberangkatan instan tanpa dokumen legal. Jalur resmi merupakan satu-satunya cara untuk mendapatkan perlindungan hukum dan keselamatan kerja di negara asing.
Secara berkelanjutan, pengawasan terhadap pelabuhan rakyat dan perairan pesisir Dumai akan terus ditingkatkan oleh tim patroli maritim gabungan. Penindakan tegas terhadap kasus penyelundupan manusia menjadi komitmen prioritas pemerintah dalam melindungi harkat dan martabat warga negara. Penyelamatan belasan pekerja migran ini menjadi bukti nyata kesiapsiagaan aparat dalam memberantas sindikat tindak pidana perdagangan orang di Dumai. Seluruh elemen masyarakat diharapkan ikut serta memberikan informasi jika menemukan tempat penampungan pekerja ilegal.