Kota Dumai di Riau merupakan salah satu wilayah yang paling sering terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang mengakibatkan kabut asap pekat menyelimuti permukiman. Dalam kondisi Napas di Tengah Kabut, jajaran Polres Dumai tidak hanya bertugas memadamkan api di garis depan, tetapi juga melakukan aksi heroik untuk melindungi kesehatan warga. Personel kepolisian bekerja menembus asap tebal untuk mengevakuasi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak, serta membagikan ribuan masker medis guna meminimalisir dampak buruk infeksi saluran pernapasan bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas.
Aksi nyata saat kondisi Napas di Tengah asap melibatkan seluruh satuan di Polres Dumai. Di titik-titik api, petugas polisi bergabung dengan tim gabungan untuk melakukan pemadaman manual maupun menggunakan mesin pompa air di lahan gambut yang sulit dijangkau. Seringkali, petugas harus bekerja belasan jam di tengah cuaca panas ekstrem dan asap yang menyesakkan dada. Namun, tugas melindungi nyawa warga adalah prioritas yang tidak bisa ditawar. Polisi juga mendirikan posko kesehatan darurat dan “rumah aman” yang dilengkapi dengan penyaring udara bagi warga yang rumahnya sudah terlalu terpapar asap pekat.
Selain upaya penyelamatan fisik, narasi Napas di Tengah kabut asap ini juga mencakup penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku pembakaran lahan secara sengaja. Polres Dumai melakukan patroli udara dan darat untuk mengidentifikasi titik koordinat lahan yang terbakar dan menyelidiki pemilik lahan tersebut. Tindakan tegas terhadap oknum perusahaan maupun perorangan yang membakar hutan dilakukan untuk memberikan efek jera agar bencana tahunan ini tidak terus berulang. Polisi percaya bahwa udara bersih adalah hak dasar warga, dan siapapun yang merusaknya demi keuntungan pribadi harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum.
Kegigihan personel polisi dalam menjaga Napas di Tengah asap mendapatkan apresiasi luas dari masyarakat Dumai. Kehadiran petugas di jalanan yang gelap karena tertutup kabut memberikan rasa aman bagi para pengendara yang jarak pandangnya terbatas. Petugas lalu lintas bersiaga dengan lampu rotator untuk mencegah kecelakaan di tengah terbatasnya visibilitas. Sinergi antara kepolisian, TNI, dan masyarakat relawan menunjukkan kekuatan gotong royong dalam menghadapi bencana lingkungan yang berat. Harapannya, kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar akan semakin meningkat demi masa depan Dumai yang lebih hijau.