Keselamatan anak saat berada di lingkungan pendidikan adalah prioritas utama bagi setiap orang tua, terutama di saat jam pulang sekolah yang sering kali menjadi momen rawan. Salah satu ancaman yang patut diwaspadai adalah Orang Asing Yang Memaksa untuk menjemput anak dengan berbagai alasan palsu, seperti mengaku sebagai teman dekat orang tua atau utusan darurat keluarga. Pelaku biasanya memiliki kemampuan komunikasi yang persuasif untuk meyakinkan anak bahwa situasi sedang dalam keadaan gawat, sehingga anak merasa harus segera mengikuti perintah pelaku tanpa sempat berpikir panjang atau meminta izin kepada guru.
Langkah pertama dalam membentengi anak dari ancaman Orang Asing Yang Memaksa adalah dengan menciptakan “kata sandi rahasia” keluarga. Ajarkan kepada anak bahwa siapa pun yang menjemput mereka selain orang tua atau pengasuh rutin, orang tersebut wajib menyebutkan kata sandi yang telah disepakati sebelumnya. Jika penjemput tersebut tidak bisa menyebutkan kata sandi tersebut, anak harus segera lari menjauh dan mencari perlindungan kepada guru atau petugas keamanan sekolah. Dengan adanya sistem verifikasi sederhana ini, anak memiliki pegangan yang kuat untuk menolak ajakan siapa pun yang tidak memiliki izin resmi dari keluarga.
Selain kata sandi, anak juga perlu dilatih untuk memiliki keberanian dalam berteriak atau mencari perhatian jika bertemu dengan Orang Asing Yang Memaksa. Sering kali anak-anak dididik untuk selalu bersikap sopan kepada orang dewasa, namun dalam situasi yang mencurigakan, mereka harus tahu kapan saatnya untuk bersikap tegas dan berisik. Berteriak “Saya tidak kenal orang ini!” atau “Tolong!” di area publik sekolah akan memicu perhatian orang-orang sekitar dan membuat pelaku merasa terancam sehingga mengurungkan niat jahatnya. Kemampuan untuk membela diri secara vokal ini sangat krusial agar anak tidak mudah dikintimidasi secara psikologis.
Pihak sekolah juga memegang peran penting dalam mencegah bertemunya anak dengan Orang Asing Yang Memaksa melalui sistem keamanan yang ketat. Sekolah sebaiknya memiliki daftar resmi siapa saja yang diperbolehkan menjemput setiap siswa dan tidak mengizinkan anak meninggalkan area gerbang sebelum penjemput tersebut terverifikasi. Komunikasi yang intens antara orang tua dan pihak sekolah melalui grup pesan singkat juga sangat membantu, terutama jika ada perubahan jadwal penjemputan yang mendadak. Dengan adanya sinergi antara aturan sekolah dan kesiagaan anak, celah bagi pelaku kriminal untuk melakukan aksi penculikan atau penipuan dapat dipersempit secara maksimal.