Sebagai negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menjaga keamanan maritimnya. Wilayah perairan yang luas menjadi jalur strategis namun juga rentan terhadap berbagai bentuk kejahatan transnasional. Dalam konteks ini, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polri memainkan peran krusial dalam melawan kejahatan lintas batas, memastikan kedaulatan laut tetap terjaga dan aktivitas ilegal dapat diberantas. Polairud adalah garda terdepan dalam menjaga perairan Indonesia dari ancaman kejahatan maritim.
Melawan kejahatan lintas batas adalah tugas yang kompleks, meliputi penegakan hukum terhadap penyelundupan narkotika, perdagangan manusia, penangkapan ikan ilegal (illegal fishing), perompakan, hingga pencemaran laut. Kapal-kapal patroli Polairud secara rutin menyisir wilayah perairan Indonesia, dari Selat Malaka yang padat hingga perairan timur yang kaya sumber daya. Mereka melakukan pemeriksaan kapal, penangkapan pelaku, dan pengumpulan bukti untuk proses hukum lebih lanjut. Kemampuan Polairud dalam beroperasi di berbagai kondisi laut, dari perairan dangkal hingga laut lepas, sangat vital dalam upaya ini.
Perdagangan narkotika via jalur laut adalah salah satu ancaman serius yang harus dihadapi. Jaringan sindikat internasional seringkali memanfaatkan celah di perairan yang luas untuk memasukkan barang haram ke Indonesia. Melawan kejahatan ini memerlukan intelijen yang kuat dan koordinasi lintas sektor. Polairud bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai, dan instansi terkait lainnya untuk menggagalkan upaya penyelundupan besar. Kejahatan penangkapan ikan ilegal juga menjadi fokus utama, mengingat kerugian ekonomi yang ditimbulkannya bagi negara dan kerusakan ekosistem laut.
Selain itu, Polairud juga aktif dalam melawan kejahatan lingkungan maritim, seperti pembuangan limbah ilegal atau pencemaran minyak. Patroli udara menggunakan pesawat dan helikopter Polairud sering digunakan untuk memantau aktivitas di perairan dan mendeteksi potensi pelanggaran. Pada operasi gabungan “Naga Laut 2025” yang dilaksanakan di perairan Selat Karimata pada hari Kamis, 15 Mei 2025, pukul 03.00 WIB, Polairud berhasil menangkap tiga kapal yang terlibat dalam penyelundupan sparepart ilegal senilai miliaran rupiah.
Dengan demikian, peran Polairud dalam melawan kejahatan lintas batas adalah fundamental bagi keamanan maritim Indonesia. Melalui patroli, penegakan hukum, dan kerja sama lintas instansi, Polairud berupaya memberantas berbagai bentuk kejahatan di perairan, menjaga kekayaan laut, dan melindungi kedaulatan negara dari ancaman yang datang dari laut.