Ancaman bencana asap akibat pembersihan lahan dengan cara membakar menjadi perhatian serius pihak aparat dan masyarakat pesisir sungai. Untuk mengatasi bahaya lingkungan tersebut, dibentuklah satgas cegah bahaya kebakaran yang bertugas mengawasi kawasan hutan rawa di sepanjang aliran sungai Dumai. Tim khusus ini mengintensifkan patroli darat dan air untuk memantau titik-titik panas yang berpotensi memicu timbulnya kobaran api besar. Langkah deteksi dini ini sangat penting untuk melindungi kelestarian ekosistem hutan serta menjaga kesehatan udara masyarakat dari kabut asap.
Personel gabungan yang tergabung dalam tim keselamatan ini dibekali dengan sarana pemadam portabel dan pompa air terapung yang fleksibel. Anggota satgas cegah potensi kebakaran melakukan penelusuran hingga ke pelosok area gambut yang sulit dijangkau kendaraan darat. Setiap menemukan titik api kecil, petugas langsung melakukan pemadaman awal sebelum api membesar dan meluas ke mana-mana. Kehadiran tim di lapangan memberikan efek gentar bagi oknum tak bertanggung jawab yang berniat membuka lahan pertanian dengan cara membakar secara ilegal.
Selain melakukan pemadaman, tim satgas secara aktif mengedukasi masyarakat petani di sepanjang bantaran sungai mengenai bahaya Karhutla. Sosialisasi hukum serta dampak buruk asap terhadap kesehatan anak-anak disampaikan secara ramah dan mudah dipahami oleh anggota satgas cegah Karhutla. Warga diajak untuk beralih menggunakan metode pembukaan lahan tanpa bakar yang ramah lingkungan dan aman. Kesadaran masyarakat kini mulai tumbuh pesat, ditandai dengan meningkatnya partisipasi warga dalam melaporkan munculnya asap misterius di sekitar pemukiman mereka.
Sinergi antara aparat kepolisian, Manggala Agni, dan relawan masyarakat peduli api terjalin sangat solid dalam organisasi satgas ini. Komunikasi yang cepat via radio genggam memudahkan koordinasi pemadaman saat ditemukan potensi kebakaran lahan gambut. Evaluasi terhadap titik rawan dilakukan setiap hari berdasarkan data satelit cuaca yang diterima posko induk. Kerja keras tim lapangan sukses menekan angka kejadian kebakaran hutan dan lahan di kawasan tersebut secara dramatis pada musim kemarau ini.
Program pengawasan kebakaran lahan berbasis daerah aliran sungai ini akan terus diperkuat dengan sarana pemantau canggih seperti drone pengawas. Pembentukan regu pemadam tingkat desa terus digalakkan demi mempercepat daya jangkau penanganan darurat. Diharapkan wilayah Dumai dapat terbebas dari bencana asap yang merugikan perekonomian dan kesehatan masyarakat secara luas. Komitmen bersama ini menjadi modal penting dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup bagi generasi yang akan datang.