Ancaman terorisme dan kejahatan yang melibatkan bahan peledak (Improvised Explosive Device – IED) serta zat-zat kimia berbahaya telah menjadi tantangan keamanan global, termasuk di Indonesia. Untuk menghadapi ancaman tingkat tinggi ini, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengandalkan Detasemen Gegana, sebuah Pasukan Khusus Kepolisian yang berada di bawah Korps Brigade Mobil (Brimob). Tugas utama Gegana sangatlah spesifik dan berisiko tinggi: Penanggulangan Gangguan ekstrem, khususnya di bidang penjinakan bom (Explosive Ordnance Disposal – EOD) dan penanganan ancaman kimia, biologi, radiologi, dan nuklir (Kimia Biologi Radiologi Nuklir – KBRN). Keberadaan Pasukan Khusus Kepolisian ini adalah jaminan pertahanan terakhir negara terhadap ancaman teror yang mengancam keselamatan sipil.
Menjadi bagian dari Pasukan Khusus Kepolisian Gegana membutuhkan Pelatihan Kesiapan Fisik dan mental yang sangat intensif, jauh melampaui standar petugas biasa. Calon anggota harus menguasai serangkaian keterampilan teknis yang kompleks, mulai dari identifikasi jenis peledak, prosedur netralisasi menggunakan robot dan peralatan pelindung khusus, hingga penanganan material berbahaya. Mereka dilatih untuk bekerja di bawah tekanan waktu yang ekstrem, di mana kesalahan terkecil dapat berakibat fatal. Latihan rutin simulasi penjinakan bom dilakukan setiap bulan di pusat pelatihan khusus di daerah Bogor, mensimulasikan berbagai skenario teror, termasuk paket mencurigakan di fasilitas publik dan ancaman kimia di stasiun kereta api.
Strategi Patroli dan respons Gegana bersifat standby dan cepat. Mereka sering bergerak berdasarkan intelijen yang diterima, melakukan penyisiran preventif di lokasi-lokasi yang akan menjadi tempat kegiatan besar, seperti acara kenegaraan, konser, atau event politik. Ketika laporan penemuan benda mencurigakan diterima oleh Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), tim Gegana adalah unit dengan prioritas respons tertinggi. Prosedur standar dalam Mengamankan Bukti dan objek yang dicurigai meliputi: (1) Isolasi area secara ketat oleh Polisi Patroli awal, (2) Pengiriman tim penjinak bom ke lokasi untuk identifikasi, dan (3) Penanganan (netralisasi atau peledakan terkontrol) sesuai dengan jenis ancaman.
Salah satu operasi besar yang mencerminkan peran Gegana adalah penanganan paket yang diduga berisi bahan kimia berbahaya di kawasan komersial pada tanggal 5 Desember 2025. Tim KBRN Gegana tiba di lokasi dalam waktu 15 menit, segera mendirikan zona dekontaminasi, dan berhasil mengidentifikasi serta menetralkan zat tersebut tanpa membahayakan publik. Aksi cepat ini membuktikan bahwa Pasukan Khusus Kepolisian Gegana tidak hanya beroperasi di wilayah peledak, tetapi juga memiliki kapabilitas mutakhir untuk menghadapi ancaman tak kasat mata di era perang kimia dan biologis modern, menjadikannya pilar pertahanan sipil yang tak tergantikan.