Meningkatnya kerentanan remaja terhadap pengaruh negatif di era digital menuntut kewaspadaan ekstra dari seluruh lapisan masyarakat, terutama selama bulan suci Ramadan. Pihak kepolisian Dumai gencar melakukan sosialisasi agar generasi muda dapat kenali bahaya narkoba jenis baru yang sering kali disamarkan dalam bentuk permen, cairan rokok elektrik, maupun obat-obatan tanpa label. Jenis narkotika sintetis ini sangat berbahaya karena memiliki efek merusak saraf yang jauh lebih cepat dibandingkan jenis konvensional, dan sering kali sulit terdeteksi oleh kasat mata. Edukasi ini dilakukan untuk memberikan benteng perlindungan bagi para pelajar agar tidak terjebak dalam lingkaran setan penyalahgunaan zat terlarang yang dapat menghancurkan masa depan mereka.
Poin penting dalam upaya mengajak warga untuk kenali bahaya narkoba jenis baru adalah pemahaman mengenai perubahan perilaku yang terjadi pada penggunanya secara mendadak. Gejala seperti perubahan emosi yang tidak stabil, gangguan pola tidur, hingga penurunan prestasi akademik secara drastis harus diwaspadai oleh para orang tua dan guru di sekolah. Melalui seminar singkat dan pembagian brosur di sela-sela kegiatan komunitas, polisi menjelaskan bahwa pencegahan terbaik dimulai dari komunikasi yang baik di dalam keluarga. Generasi muda harus diajarkan untuk berani berkata tidak pada tawaran barang mencurigakan dari lingkungan pergaulan, terutama di saat-saat luang yang tidak produktif selama menunggu waktu berbuka puasa.
Reaksi masyarakat Dumai terhadap kampanye anti-narkoba ini sangatlah suportif, mengingat ancaman narkotika sudah mulai merambah hingga ke pelosok pemukiman padat. Banyak kelompok pemuda yang mulai aktif berpartisipasi dalam menyebarkan konten edukasi mengenai cara kenali bahaya narkoba jenis baru melalui kanal media sosial mereka sendiri. Viralitas gerakan “Dumai Bersinar” (Bersih Narkoba) ini membantu meningkatkan kewaspadaan kolektif masyarakat terhadap modus-modus baru peredaran narkotika yang semakin licik. Kesadaran untuk menjaga kesucian bulan Ramadan dari pengaruh barang haram menjadi komitmen bersama bagi seluruh warga untuk menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan berintegritas bagi tumbuh kembang anak-anak. kepolisian terus menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan dan tokoh masyarakat untuk memperluas jangkauan edukasi bahaya zat adiktif.