Kota Dumai sebagai salah satu pusat industri dan pelabuhan yang dinamis memiliki tingkat konsumsi informasi digital yang sangat tinggi. Di tengah derasnya arus konten video pendek, masyarakat sering kali dihadapkan pada video-video dramatis yang ternyata hanyalah hasil editan atau kejadian lama yang disebarkan dengan konteks baru. Inisiatif Dumai Fact-Check hadir sebagai solusi praktis yang ditawarkan oleh Polres Dumai untuk mengedukasi warga mengenai teknik verifikasi sederhana. Tujuannya adalah agar masyarakat tidak mudah menjadi korban “prank” digital atau informasi palsu yang sengaja dirancang untuk memancing emosi maupun kepanikan massal di lingkungan sekitar.
Langkah pertama dalam strategi Dumai Fact-Check adalah dengan tidak terburu-buru bereaksi saat melihat video yang tampak kontroversial atau mengejutkan. Sering kali, video yang sengaja dibuat untuk viral menggunakan judul yang sangat provokatif namun tidak memiliki dasar fakta. Pihak kepolisian menyarankan warga untuk melakukan pemeriksaan mandiri melalui teknik reverse image search atau membandingkan video tersebut dengan laporan dari media massa yang kredibel. Jika sebuah kejadian besar benar-benar terjadi di Dumai, pastinya pihak berwenang dan jurnalis resmi akan memberikan pernyataan dalam waktu singkat. Menunggu sejenak untuk mendapatkan validasi adalah tindakan yang sangat bijaksana di tengah keriuhan media sosial.
Pentingnya program Dumai Fact-Check juga berkaitan dengan pencegahan penyebaran berita mengenai aksi kriminalitas yang tidak nyata. Sering ditemukan video “begal” atau “kerusuhan” yang ternyata adalah adegan film atau simulasi keamanan yang dipotong sedemikian rupa untuk menipu penonton. Dengan memahami cara cek fakta secara cepat, warga Dumai dapat membantu memutus rantai ketakutan yang tidak perlu. Kepolisian juga menyediakan layanan pelaporan melalui akun resmi agar warga bisa menanyakan langsung kebenaran suatu video sebelum membagikannya ke grup keluarga atau lingkungan, sehingga komunitas tetap tenang dan tidak terhasut oleh konten manipulatif.
Selain teknik verifikasi, Fact-Check juga menekankan pada pemahaman tentang algoritma media sosial yang cenderung menyebarkan konten emosional lebih cepat. Masyarakat perlu menyadari bahwa jumlah tayangan (views) yang banyak bukan merupakan jaminan bahwa informasi dalam video tersebut adalah benar. Menjadi warga digital yang cerdas berarti berani memberikan komentar pengingat atau koreksi jika menemukan teman atau kerabat yang menyebarkan hoaks. Dengan budaya saling menjaga informasi, Dumai dapat menjadi kota yang resilien terhadap serangan hoaks dan tetap fokus pada pembangunan serta produktivitas ekonomi yang nyata.